Rabu, 06 Mei 2020

Jenis Produk Hasil Perikanan Non Konsumsi


Produk  hasil perikanan tidak hanya berupa produk konsumsi semata seperti olahan abon, nugget dll namun ada juga  produk non konsumsi, berikut kami sampaikan beberapa produk perikanan yang non konsumsi yang perlu diketahui

Ikan Hias
Ikan hias adalah ikan air tawar atau air laut yang merupakan hasil dari kegiatan budidaya atau penangkapan ikan, pada tahap pasca panen  (ditangani UPPN mulai dari tahap pemanenan, penampungan hingga distribusi, transportasi), yang digunakan untuk ikan hias, dan bukan untuk konsumsi manusia. 


 1. Ikan Hias Air Tawar

Ikan Hias Air Tawar adalah segala jenis organisme yang siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan tawar yang lebih banyak peruntukannya dipandang keindahannya baik bentuk dan warna;

2. Ikan Hias Air Laut


Ikan HIas Air Laut  adalah segala jenis organism yang siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan laut (asin) yang lebih banyak peruntukannya dipandang keindahannya baik bentuk dan warna.

3. Tanaman Hias Air

Tanaman Hias Air adalah tanaman yang telah beradaptasi hidup di lingkungan perairan. Tanaman ini perlu adaptasi untuk dapat hidup di dalam atau mengambang di permukaan air, atau hanya dapat tumbuh dalam tanah yang secara permanen jenuh dengan air.

4. Mutiara



Mutiara adalah produk hasil perikanan berupa butiran permata yang dihasilkan oleh kerang mutiara laut atau air tawar.

5. Kerajinan


Kerajinan adalah kerajinan yang dihasilkan oleh industri menggunakan bahan baku kulit ikan, kerang, sisik, tanaman hias air dan lain-lain. Kulit ikan, kerang, sisik dan tanaman hias air yang digunakan bukan berasal dari jenis yang dilarang dalam perdagangan.

6. Minyak Ikan


Minyak Ikan adalah minyak yang diperoleh dari hati ikan atau bagian-bagian tubuh lainnya. Produk dapat berupa minyak ikan kasar maupun yang telah diolah untuk keperluan medis/farmasi ataupun kosmetik.



7. Tepung Ikan


Tepung Ikan atau bagian-bagian ikan yang minyaknya diambil atau tidak, dikeringkan kemudian digiling.

8. Garam


Garam adalah produk pasca panen hasil kelautan berupa garam yang digunakan untuk keperluan industri, medis atau laboratorium.

9. Tulang Ikan


Tulang Ikan adalah tulang ikan yang berasal dari hewan mamalia yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk produk intermediate berupa tulang maupun produk lanjutan dalam penggunaannya untuk keperluan medis atau farmasi.

10. Khitin dan Khitosan





Khitin dan/atau Khitosan adalah hasil samping yang didapat dari limbah kulit crustasea. Saat ini khitin dn khitosan menjadi salah satu bahan kimia dan bahan baku industry yang menjadi unggulan khususnya bagi industri farmasi, kesehatan, kosmetik, makanan, pengolah limbah dan air, fotografi, kayu dan kertas untuk industri.

11. Kolagen



Kolagen adalah produk yang diekstraksi dari bagian-bagian ikan seperti sisik ikan, kulit, tulang, biasanya digunakan untuk kebutuhan kosmetik, medis/farmasi.

12. Gelatin


Gelatin adalah produk yang diekstraksi dari tulang ikan, umumnya digunakan dalam industry pangan, dan farmasi. Biasanya digunakan sebagai bahan pengatur elastisitas.

13. Silase


Silase adalah sumber protein atau pakan ternak yang berasal dari ikan yang telah melalui proses penggilingan baik diambil atau tidak minyaknya.

14. Rumput Laut Untuk Keperluann Medis, Farmasi, Kosmetik



Rumput   Laut untuk keperluan medis/farmasi, kosmetik adalah rumput laut kering, Semi Refined Carragenan/ Alkali Traeted Cottonii sebagai produk intermediate atau produk yang sudah digunakan dalam formulasi untuk keperluan medis/ farmasi atau kosmetik seperti sabun, lotion, cream dan pengharum ruangan.


15. Produk Bioteknologi Kelautan dan Perikanan


Produk Bioteknologi Kelautan/ Perikanan adalah produk yang diperoleh menggunakan bahan baku hasil kelautan/ perikanan dengan memanfaatkan bioteknologi. Contoh produk: enzim, produk bioaktif hasil laut/ perikanan, food suplemen dari microalgae, dan lain-lain.

16. Artemia



Artemia adalah kista dari artemia sebagai bahan pakan. Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari fillum Arthropoda, berkerabat dekat dengan zooplankton lain, hidup di danau-danau bergaram.


17. Bubuk Kulit Kerang Mutiara



Bubuk Kulit Kerang Mutiara adalah bubuk/ serbuk halus dari cangkang mutiara yang digunakan sebagai bahan baku kosmetik.

Sumber : Direktorat Pengembangan Produk Nonkonsumsi
Direktorat Jenderal Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan 

Selasa, 21 April 2020

MEMBUAT PROPOSAL USAHA PERIKANAN




Untuk menunjang program pengembangan iklim kewirausahaan bagi masyarakat pelaku utama dan pelaku usaha kecil di bidang perikanan,

maka diperlukan banyak informasi, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kewirausahaan yang harus diberikan. Salah satu keterampilan yang diharapkan dapat dikuasai oleh masyarakat dalam bidang kewirausahaan adalah keterampilan dalam menyusun proposal rencana usaha.

Keterampilan menyusun proposal rencana usaha penting untuk dikuasai oleh masyarakat pelaku utama dan pelaku usaha kecil di bidang perikanan karena tiga alasan, yaitu :

  1. Proposal usaha merupakan representasi pengetahuan dan penguasaan masyarakat pelaku utama dan pelaku usaha kecil terhadap usaha yang akan dijalankan;
  2. Proposal usaha merupakan representasi asumsi terhadap prospek usaha;
  3. Proposal Usaha merupakan tolok ukur dan panduan untuk melaksanakan kegiatan usaha.

Cara Membuat Proposal Usaha Perikanan
Ketika anda sebagai pengusaha perikanan ingin mengembangkan usahanya dan ingin mendapatkan modal namun kadang terkendala dengan peraturan dari bank atau anda takut untuk meminjam dari kredit bank atau pinjaman lain maka salah satu cara yang dapat anda lakukan dan terbukti berhasil adalah dengan cara menjalin kerjasama dengan investor atau penanam modal. Namun dalam menjalin sistem kerjasama tersebut maka anda perlu mempersiapkan proposal usaha untuk mencari modal dengan cara kerja investasi di bidang perikanan.

Format Proposal

Penulisan proposal usaha/bisnis harus memenuhi syarat - syarat tertulis dan format tertentu, misalnya: a. Ukuran kertas            : A4
b.Warna sampul            : putih
c. Font                           : 12 point
d. Huruf                        : Times New Roman

Sistematika Penyusunan Proposal 
1. Halaman Sampul
2. Halaman Pengesahan
3. Pendahuluan
  • Judul Kegiatan : diuraikan secara singkat dan jelas jenis kegiatan/usaha yang akan dilakukan
  • Status Usaha : jelaskan status usaha yang akan dilakukan, usaha baru atau pengembangan.
  • Rasional Kegiatan : uraikan secara jelas alasan yang melatarbelakangi dipilihnya kegiatan usaha yang akan dilakukan.
  • Tujuan Kegiatan : uraikan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan usaha yang akan dilakukan.

4. Metode Pelaksanaan Usaha
  • Produk : uraikan jenis produk (barang/jasa) yagn akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan.
  • Bahan Baku : uraikan jenis bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, tingkat ketersediaan bahan baku, prosedur perolehan bahan baku.
  • Proses Produksi : uraikan alur produksi, teknologi yang digunakan, keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja yang terlibat.
  • Pemasaran : uraikan dengan jelas kategori/kelas dan perkiraan jumlah konsumen yang dibidik, strategi pemasaran yang dilakukan, sebutkan daerah cakupan pemasaran lokal/regional/nasional.
  • Tempat Produksi : uraikan dengan jelas alamat tempat usaha dilakukan, jelaskan karakteristik tempat usaha, uraikan pula pengaruhnya terhadap prospek usaha.

5. Target Output
  • Target Produk : uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas yang akan ditawarkan.
  • Target Konsumen : uraikan jenis dan jumlah calon sasaran yang ditargetkan akan menjadi konsumen.
  • Target Pendapatan : uraikan jumlah pendapatan yang ingin dicapai.

6. Rencana Anggaran
  • Rencana Biaya Usaha : jelaskan secara rinci rancangan usaha yang akan dilakukan, perhitungan pembiayaan bahan, tenaga kerja, alat produksi, harga jual, dan prediksi aliran khas.
  • Rancangan Pengembangan dan Investasi: uraikan rencana pendapatan yang akan diperoleh dan akan digunakan untuk pengembangan modal usaha, jumlah rupiah yang dapat disetor untuk pengembalian modal.

7. Jadwal Pelaksanaan : uraikan jadwal perincian kegiatan, durasi waktu yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan dalam minggu atau bulan dan besarnya volume pekerjaan serta besaran biaya yang dibutuhkan.
8. Organisasi Pelaksana
  • Personil : uraikan nama, kualifikasi dan deskripsi tugas dari personil yang terlibat dalam pelaksanaan usaha.
  • Pendamping : uraikan nama, kualifikasi personil/lembaga pendamping, perantugas pendamping yang diharapkan.

9. Potensi Khusus
  • Peluang Komersil : uraikan peluang komersil dari produk yang akan dijual/ditawarkan.
  • Peluang Patent atau Haki : uraikan peluang produk yang akan dibuat untuk memperoleh patent atau Haki.
  • Peluang Legalitas : uraikan peluang untuk memperoleh legalitas usaha.

10. Lampiran
  • Denah lokasi usaha
  • Surat jaminan pendamping


Cara Menangkap Peluang Bisnis Perikanan Yang Baik 
Peluang usaha dibidang perikanan yang ada saat ini sangat luas bila kita dapat melihatnya secara jeli, oleh sebab itu kita harus dapat memanfaatkan peluang tersebut secara bijaksana. Salah satu cara untuk mengambil peluang usaha yang ada tersebut adalah dengan membuat perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis dibuat agar kita dapat melihat peluang yang ada tersebut dapat menghasilkan keuntungan atau tidak.

Perencanaan bisnis biasanya dituangkan dalam bentuk proposal bisnis. Proposal bisnis ini dapat berfungsi sebagai alat dalam mencari rekan/mitra/partner bisnis seperti investor, sponsor ataupun sebagai sarana untuk meyakinkan pihak klien terhadap jasa atau produk yang ditawarkan.

Membuat proposal bisnis yang sukses harus memiliki keterampilan khusus, tidak semua orang dapat membuat proposal bisnis dengan baik dan benar serta menarik. Proposal bisnis yang kurang menarik biasanya kurang mendapat respon yang baik dari investor ataupun pelanggan. Dengan menyusun proposal usaha dengan baik dan benar maka kita telah melakukan perencanaan terhadap peluang bisnis yang kita jalani.



Sumber : 
Modul Kewirausahaan, Pusat Pelatihan KP

Selasa, 14 April 2020

Antara Ikan Salmon dan Ikan Kembung



Ikan salmon kerap kali diidentikkan sebagai ikan yang paling bergizi. Ikan yang berasal dari famili Salmonidae ini hidup di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Salmon adalah salah satu spesies ikan yeng bermigrasi untuk berkembang biak. Karena memiliki kandungan gizi yang tinggi serta jumlah populasinya tidak sebanyak ikan lain, nilai jual ikan satu ini membumbung tinggi.
Satu kilogram ikan dengan nama latin Salmonidae sp. ini dipatok seharga Rp. 165.000 bahkan ada yang mencapai Rp 300.000 per kilonya, padahal berat satu ekor ikan salmon bisa mencapai 5-7 kg. Tidak heran jika ikan ini lebih kakrab dengan kalangan menengah ke atas.

Ikan salmon
Harga mahal bukan berarti masyarakat Indonesia tidak bisa mendapaatkan gizi setara seperti memakan ikan salmon. Ternyata di perairan Indonesia sendiri ada satu jenis ikan yang memiliki kandungan gizi tidak kalah dengan ikan salmon.
Namanya adalah ikan kembung. Berasal dari famili Scombridae dan genus Rastrelliger, ikan ini adalah jenis ikan pelagis kecil yang menjadi komoditas utama para nelayan kelas menegah. Agar menjadi lebih tahan lama, ikan satu ini biasanya diolah menjadi ikan asin atau pindang.
Memiliki perawakan yang kecil serta jumlah populasi yang melimpah, ikan ini memiliki nilai jual yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan ikan salmon. Selain itu, ikan dengan nama latin Rastrellinger sp. ini juga memiliki beberapa spesies yang sama-sama bergizi tinggi, mulai dari Rastrelliger brachysoma, Rastrelliger faughni, sampai Rastrelliger kanagurta, dan masih banyak lagi. Harga ikan ini berkisar antara Rp. 30.000 sampai Rp. 35.000 per kilonya.


                                                                    Ikan kembung
Kabar baiknya, ikan kecil ini ternyata memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi serta harga lebih murah daripada ikan Salmon. Jika ikan salmon biasanya dikaitkan sebagai ikan yang kaya omega 3, ternyata omega 3 yang dimiliki ikan kembung ini lebih tinggi loh. Tercatat dari 100 gram ikan salmon mengandung energi 142 kkal, protein 19,84, lemak tak jenuh 6,343 gr, zat besi 0,80 gr, dan kalsium 12 gr. Sedangkan dari 100 gr ikan kembung mengandung energi 162 kkal, protein 19,32gr, lemak tak jenuh 2,343 gr, zat besi 1 mg, dan kalsium 20 mg. Bukan hanya sampai situ, yang paling mengejutkan adalah ternyata omega 3 yang terdapat pada ikan kembung tiga kali lebih besar daripada ikan salmon.
Omega tiga merupakan salah satu jenis lemak tak jenuh yang hanya bisa diperoleh dari asupan makanan maupun suplemen yang bersumber dari makanan seperti ikan kembung, ikan salmon, ikan tuna, minyak kanola, walnut, kacang kenari, kacang kedelai, alpukat, dll.
Asupan omega 3 dibutuhkan bagi tubuh, terutama untuk janin, ibu hamil, serta anak-anak. Untuk orang dewasa, omega 3 bermanfaat menurunkan resiko penyakit jantung, menyehatkan mata, anti inflamasi, membantu penyerapan vitamin, sampai meningkatkan perkembangan anak. Bahkan ikan kembung yang sudah diolah menjadi ikan asin dan ikan kemasan dalam kaleng masih memiliki kandungan omega 3 yang tinggi.
Olahan ikan kembung

Jadi tidak berlebihan jika ikan kembung disebut sebagai salah satu ikan primadona yang ada di Indonesia. Menawarkan berbagai kelebihan, selain bergizi tinggi, ikan ini sangat mudah ditemui di Indonesia karena tersebar di perairan Indonesia, belum lagi harganya yang terjangkau untuk berbagai lapisan masyarakat. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, penuhi kebutuhan gizi sekaligus membudayakan makan makanan laut.

Sumber: 
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/04/23/antara-ikan-salmon-dan-ikan-kembung

Mengenal Ikan Kembung dan Karakteristiknya





ikan Kembung аdаlаh nama sekelompok ikan laut уаng tergolong kе dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Mеѕkірun bertubuh kecil, ikan іnі mаѕіh sekerabat dеngаn tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel.

Dі Ambon, ikan іnі dikenal dеngаn nama lema atau tatare, dі Makassar disebut banyar atau banyara. Dаrі sini didapat sebutan kembung banjar.
Kembung termasuk ikan pelagis kecil уаng memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung ѕеbаgаі komoditas уаng cukup penting bagi nelayan lokal.

Kembung bіаѕаnуа dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin уаng lebih tahan lama. Ikan kembung уаng mаѕіh kecil јugа ѕеrіng digunakan ѕеbаgаі umpan hidup untuk memancing cakalang.



Klasifikasi ilmiah Ikan Kembung

- Kingdom: Animalia

- Filum      : Chordata

- Kelas       : Actinopterygii

- Ordo       : Perciformes

- Famili     : Scombridae

- Genus     : Rastrelliger




CIRI CIRI IKAN KEMBUNG


Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,7–6 dibandingkan dеngаn panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hіnggа kecoklatan, dеngаn 1–2 deret bintik gelap membujur dі dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan.

Sisik-sisik уаng menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti оlеh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet уаng ѕаmа јugа terdapat dі bеlаkаng sirip anal, duri pertama

sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat dі masing-masing sisi batang ekor. Dі dераn dan bеlаkаng mata terdapat pelupuk mata berlemak.

JENIS IKAN KEMBUNG

Dі perairan Nusantara dikenal tiga spesies kembung, уаknі

- Rastrelliger brachysoma (Bleeker, 1851), kembung perempuan

- Rastrelliger faughni Matsui, 1967, kembung atau kembung pulau

- Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817), kembung lelaki


Ikan kembung perempuan
Kembung perempuan hidup menyebar di kawasan perairan Indo-Pasifik Barat bagian tengah, mulai dari Laut Andaman ke arah timur ke perairan ThailandNusantara, dan Filipina, hingga ke Papua NuginiKepulauan Solomon, dan Fiji.[3]
Ikan ini bersifat epipelagik-neritik, mengembara terutama di laut-laut dangkal di antara kepulauan, dan mampu menenggang salinitas (kadar garam) yang rendah di laut dekat estuaria. Kembung perempuan berenang dalam kelompok sesuai ukuran tubuhnya, menjelajahi wilayah dengan suhu permukaan laut antara 20°-30 °C. Mangsa utamanya adalah mikro-zooplankton, yang tercampur dengan banyak fitoplankton. Diperkirakan mencapai umur dewasa pada panjang tubuh FL sekitar 16 cm, ikan ini berpijah antara bulan Maret hingga September.[2]


kembung atau kembung pulau



Kembung Pulau atau Makerel Pulau merupakan spesies kembung terkecil di antara 3 jenis kembung yang dikenal. Ikan ini berukuran antara 20-24 cm, namun dapat tumbuh maksimal hingga 25 cm dengan berat 0,75 kg. Bentuk badan sangat ramping dengan ekor kecil.
Kepala dan rahang Kembung Pulau lebih panjang dibanding lebar tubuhnya. Mata berukuran sedang, dilindungi lapisan selaput lemak. Mata ikan dengan selaput lemak yang tebal umumnya disukai penggemar ikan bakar atau penikmat gulai kepala ikan karena rasanya yang lezat.
Berbeda dengan jenis kembung lainnya, tapis insang Kembung Pulau berukuran pendek sehingga tidak dapat dilihat dari samping luar saat bagian mulut dibuka. Organ ini terdiri dari 21-26 penyapu insang yang melekat pada lengan bawah lengkung insang pertama.
Sirip punggung terbagi dua. Sirip pertama tersusun dari 10 jari-jari keras. Sedangkan sirip kedua terdiri dari 11-12 jari-jari lemah. Jarak antara kedua sirip ini cukup luas. Sirip anal juga terdiri dari 11-12 jari-jari lemah. Sirip kecil sebelum ekor (finlet) berbentuk segitiga berjumlah 5-6.
Sirip punggung, dada dan anal berperan penting saat ikan melakukan gerakan manuver di dalam air. Sirip kecil (finlet) berfungsi mengurangi turbulensi, saat ikan bergerak cepat di dalam air. Sedangkan bagian ekor menjadi motor penggerak utama saat ikan berenang.




Ikan Kembung lelaki


Kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) аdаlаh sejenis ikan laut dаrі suku Scombridae. Tеrutаmа menyebar dі laut-laut dangkal dі perairan Indo-Pasifik Barat, mulai dаrі pesisir timur Afrika hіnggа Kepulauan Melanesia dі Pasifik,

jenis-jenis kembung merupakan salah satu jenis ikan tangkapan уаng penting bagi nelayan lokal. Dalam bahasa Inggris dikenal ѕеbаgаі Indian mackerel.


Ikan kembung lelaki уаng bertubuh kecil hіnggа sedang; bentuk jorong memanjang dеngаn moncong runcing; panjang tubuh FL (fork length) maksimal 35 cm, nаmun umumnya hіnggа 25 cm. Tinggi badan pada batas bеlаkаng tutup insang (operkulum) 4,3-5,2 kalinya sebanding dеngаn FL. Panjang kepala melebihi tinggi dі batas operkulum іtu

Rahang аtаѕ sebagian tertutupi оlеh tulang lakrimal, nаmun memanjang hіnggа mencapai sisi bеlаkаng mata.

Sisir saring insang ѕаngаt panjang, tаmраk dаrі ѕаmріng luar bіlа mulutnya dibuka; 30-46 buah pada lengan bаwаh lengkung insang уаng pertama. Ususnya 1,4-1,8 kali panjang tubuh FL

Punggung dеngаn jalur-jalur pita sempit memanjang berwarna gelap, уаng keemasan pada ikan уаng baru ditangkap; ѕеbuаh bintik hitam terdapat dі sisi tubuh dekat margin bаwаh sirip dada.

Sirip punggung dераn kekuningan dеngаn tepi hitam; sirip ekor dan sirip dada kekuningan; sirip-sirip selebihnya keabu-abuan. Lima sirip kecil (finlet) terdapat masing-masing dі bеlаkаng sirip punggung kedua dan sirip anal


Habitat dan penyebaran Ikan Kembung

Kembung lelaki menyebar dі kawasan perairan Indo-Pasifik Barat, mulai dаrі pantai timur Afrika Selatan, pesisir Madagaskar, Laut Merah, Teluk Persia, India, terus kе arah timur kе perairan Thailand, Nusantara, dan Filipina, hіnggа kе pesisir timur Tiongkok dan Kepulauan Ryukyu dі utara, dan kе selatan hіnggа kе perairan Australia utara, Melanesia, Mikronesia, dan Samoa.

Ikan іnі bersifat epipelagik-neritik, mengembara tеrutаmа dі laut-laut dangkal dеngаn suhu permukaan laut sekurangnya 17 °C. Kembung berenang dalam kelompok-kelompok sesuai ukuran tubuhnya.

Mangsa utama ikan dewasa аdаlаh makro-zooplankton, seperti larva udang dan ikan; ѕеdаngkаn anak-anak ikan memakan fitoplankton dan zooplankton уаng berukuran kecil.

Dі belahan bumi utara, seperti dі sekitar India, kembung lelaki memijah аntаrа bulan Maret hіnggа September. Sеdаngkаn dі Kepulauan Seychelles, уаng terletak dі belahan selatan, ikan іnі memijah аntаrа September hіnggа Maret.

Dі perairan Filipina kembung lelaki mencapai usia dewasa pada panjang tubuh FL sekitar 23 cm, dan dараt hidup hіnggа umur 4 tahun


www.wikipedia.com

https://dody94.wordpress.com/2020/01/25/ikan-kembung-pulau-rastrelliger-faughni/

Senin, 13 April 2020

Teknik Pembenihan Ikan Gurame

LATAR BELAKANG
Ikan gurame (Indonesian  Giant Goramy, Osphronemus goramy, Lac.) merupakan salah satu ikan asli perairan Indonesia. Ikan ini berasal dari kepulauan Sumatera, Jawa dan Kalimantan sedangkan penyebarannya sudah meliputi Asia Tenggara, India, Cina, Madagaskar, Mauritius, Seychelles, Australia, Srilanka, Suriname, Guyana, Martinique dan Haiti. 
Ikan ini sudah lama dibudidayakan secara komersial sehingga pada beberapa daerah sudah terbentuk kawasan pengembangan budidayanya. Daerah kawasan pengembangan budidaya, antara lain: Jawa Barat (Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Garut), Jawa Tengah (Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga), DI Yogyakarta (Kulonprogo, Bantul, Sleman), Jawa Timur (Tulung Agung, Blitar, Lumajang), Sumatera Barat dan Riau.
Sejalan dengan pengembangan kawasan usaha budidaya gurame yang semakin luas, maka  kebutuhan induk dan benih juga semakin meningkat Untuk memenuhi kebutuhan yang makin meningkat diperlukan pasokan benih dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik.  Di sisi lain, teknik pendederan secara tradisional hanya mampu menghasilkan tingkat kelangsungan hidup ukuran larva sekitar 75%.  Sehingga diperlukan adanya perbaikan teknik pembenihan ikan gurame agar kesinambungan produksi dan kualitasnya dapat dipenuhi.

CIRI-CIRI JANTAN DAN BETINA

Ciri khas perbedaan paling mencolok antara induk jantan dengan induk betina adalah benjolan di bagian kepala (dahi), bibir bawah tebal dan memerah pada saat birahi dan tidak memiliki warna hitam pada ketiak sirip dada serta bila bagian perut diurut ke arah genital dapat mengeluarkan cairan sperma berwarna putih. Sedangkan pada ikan betina memiliki ciri-ciri sebaliknya.
Ikan jantan yang siap menjadi induk memiliki ciri-ciri: panjang standar 30-35 cm, berumur 24-30 bulan dan bobot 1,5-2 kg. Sedangkan induk betina memiliki ciri-ciri: panjang standar 30-35 cm, berumur 30-36 bulan dan bobot 2-2,5 kg. Dalam pemijahan sebaiknya digunakan
induk yang sudah mencapai berat sekitar 3 kg (betina) dan 4-5 kg (jantan). 
Induk dapat dipelihara pada kolam tembok/tanah baik secara masal maupun berpasangan dengan perbandingan jantan : betina = 1 : 4.  Pakan yang diberikan berupa pelet terapung (kadar protein > 28%) sebanyak 2% biomass/hari dan daun sente/talas sebanyak 5% bobot biomass/hari.
PEMIJAHAN

Pemijahan dilakukan secara alami di kolam pemeliharaan induk. Kolam induk diberi tempat dan bahan sarang. Tempat sarang berupa keranjang sampah plastik bulat diameter 20-25 cm atau tempat lain yang serupa dan ditempatkan pada kedalaman 10-15 cm dibawah permukaan air.  Bahan sarang berupa sabut kelapa, ijuk atau bahan lain yang dapat dibuat sarang yang ditempatkan di permukaan air sekitar tempat sarang. Ikan yang sudah siap memijah membuat sarang untuk menampung telur.
 Pengecekan telur dilakukan setiap pagi pada setiap sarang yang sudah dibuat induk ikan dengan cara menusuk sarang atau dengan menggoyangkannya.  Bila keluar telur atau minyak maka pemijahan sudah terjadi dan sarang berisi telur.
Sarang yang berisi telur dikeluarkan dari tempat sarang secara perlahan untuk dipindahkan ke dalam waskom plastik yang telah diisi air kolam induk. Secara perlahan sarang dibuka sampai telur keluar dan mengapung di permukaan air.  Telur-telur tersebut diambil dengan menggunakan sendok untuk dipindahkan ke dalam wadah penetasan berupa corong dari fiber glass atau akuarium yang sudah diisi dengan air bersih.
PENETASAN TELUR DAN PEMELIHARAAN LARVA
Kepadatan telur selama proses penetasan adalah 4-5 butir/cm2 dengan pemberian aerasi kecil.  Telur menetas dalam selang waktu 24-48 jam tergantung suhu media penetasan.  Sebaiknya suhu dipertahankan pada kisaran 29-30 oC untuk meningkatkan derajat penetasan telur.
 Larva dapat dipindahkan ke wadah yang lebih besar setelah berumur 7-9 hari untuk pemeliharaan selanjutnya.  Pemberian pakan dimulai setelah larva dipindahkan.  Pakan yang diberikan berupa cacing rambut (Tubifex sp.), Daphnia sp., Moina sp., atau pakan alami lainnya yang sesuai ukurannya.
 PEMELIHARAAN BENIH
Benih gurame dapat dipelihara di akuarium, bak kayu yang dilapisi plastik, bak tembok atau ditebar langsung ke kolam pendederan.  Pemeliharaan benih pada wadah terkontrol harus dilengkapi dengan aerasi untuk suplai oksigen dan terhindar dari kontak langsung dengan hujan.
Pakan awal berupa cacing rambut, Daphnia sp., Moina sp., atau sumber protein hewani lainnya.  Bahanbahan nabati dapat mulai diberikan setelah larva berumur 36-40 hari. Sedangkan pakan buatan (pelet) dapat diberikan setelah berumur 80 hari. Ukuran pelet disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. 
Lama pemeliharaan dan benih yang dihasilkan antara lain: benih berumur 40 hari dapat mencapai ukuran 1-2 cm (setara ukuran kuku). Benih berumur 80 hari dapat mencapai ukuran 2-4 cm (setara ukuran jempol). Benih berumur 120 hari dapat mencapai ukuran 4-6 cm (setara ukuran silet). Dan benih berumur 160 hari dapat mencapai ukuran 6-8 cm (setara ukuran korek di masyarakat).
PENANGANAN KUALITAS AIR &  PENYAKIT 
Dalam pemeliharaan benih gurame diperlukan kualitas air yang relatif stabil terutama suhu yaitu 28-29 oC. Fluktuasi suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kondisi kesehatan ikan terganggu dan mudah terserang penyakit. Indikasi yang terlihat diantaranya nafsu makan berkurang, ikan berkumpul di permukaan dan ekor berwarna hitam. Organisme penyakit yang biasanya terdeteksi antara lain: Trichodina sp., Ichthyopthirius sp., Aeromonas sp., dll.
Pengobatan ikan yang terserang penyakit harus disesuaikan dengan organisme penye babnya. Beberapa bahan yang dapat di gunakan dalam pengobatan benih gurame melalui perendaman selama 24 jam antara lain: garam (1000 ppm) atau formalin (25 ppm)


Sumber : Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (2011)

Minggu, 05 April 2020

Ikan Kurisi (Nemipterus nemathophorus)


Ikan Kurisi mempunyai nama internasional Threadfin Bream. Di Indonesia, jenis ikan ini merupakan salah satu komoditi ikan yang cukup mudah di dapatkan dibeberapa daerah di indonesia. Ikan Kurisi merupakan salah satu ikan demersal, Kebiasaan hidupnya kadang membentuk gerombolan, banyak ditemukan terutama pada daerah perairan pantai dengan dasar lunak seperti pasir dengan sedikit lumpur. Ikan kurisi hidup didasar, karang-karang, dasar lumpur atau lumpur pasir pada kedalaman 10-50 m.


Ikan kurisi (Nemipterus nematophorus) merupakan salah satu ikan demersal yang bernilai ekonomis dalam perikanan Indonesia. Kandungan protein ikan kurisi cukup tinggi tinggi yaitu sebesar 16,85% dan mampu mencapai 19,66%. Tidak hanya tinggi akan protein, ikan kurisi juga memiliki keunggulan lain yaitu rendah akan lemak. Ikan yang tergolong tinggi akan protein dan rendah akan lemak memiliki kandungan protein sebesar 15-20% dan kandungan lemak dibawah 5%. Komposisi kimia dari ikan kurisi yaitu kadar air sebesar 79,55%, kadar abu sebesar 0,97%, kadar protein sebesar 16,85%, dan kadar lemak sebesar 2,2%.


Klasifikasi Ilmiah :


Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Pisces Sub
Kelas : Teleosei
Ordo : Percomorphi
Famili : Nemipteridae
Genus : Nemipterus
Spesies : Nemipterus nematophorus


Ikan kurisi (Nemipterus sp.) memiliki ciri-ciri bentuk badan yang agak bulat dan memanjang, tertutup sisik yang mudah tanggal atau lepas. Warna kepala dan bagian punggung kemerahan dan terdapat cambuk berwarna kuning pada sirip ekornya. badan langsing dan padat. Tipe mulut terminal dengan bentuk gigi kecil membujur dan gigi taring pada rahang atas (kadang-kadang ada juga pada rahang bawah). Bagian depan kepala tidak bersisik. Sisik dimulai dari pinggiran depan mata dan keping tutup insang. Bentuk mulut terminal dan lubang hidung terletak di kedua sisi moncong, berdekatan satu sama lain. Rahang atas dan bawah ukurannya hampir sama dengan rahang bawah lebih menyembul. Pada kedua rahang terdapat barisan gigi berbentuk kerucut yakni gigi canin dan gigi viliform. Selain itu, ikan kurisi memiliki 7-8 tulang tapis insang pada bagian lengkung atas dan 15-18 tulang tapis insang pada lengkung bawah, dengan jumlah total 22-26 tulang tapis insang Pada bagian perut badan ikan kurisi berwarna putih kecoklatan. Ukuran ikan kurisi pada umumnya yaitu 11 – 18 cm dan dapat mencapai panjang 25 cm.


Ciri-ciri ikan kurisi lainnya yaitu sirip dorsal terdiri dari 10 duri keras dan 9 duri lunak, sirip anal terdiri dari 3 duri keras dan 7 duri lunak. Ikan betina umumnya mendominasi pada ukuran tubuh yang lebih kecil dan ikan jantan mendominasi ukuran tubuh yang lebih besar.Terdapat totol berwarna jingga atau merah terang dekat pangkal garis rusuk (linea lateral). Sirip dorsal berwarna merah, dengan garis tepi berwarna kuning atau jingga.Pada bagian dorsal dan lateral tubuh ikan kurisi terdapat gradiasi warna kecokelatan. Sirip caudal dan sirip dorsal berwarna biru terang atatu keunguan dengan warna merah kekuningan pada bagian tepi siripnya.


Ikan Kurisi termasuk kedalam jenis ikan damersal. Habitat ikan kurisi meliputi perairan estuari dan perairan laut. Tipe substrat sangat mempengaruhi kondisi kehidupan ikan kurisi untuk dapat berkembang dengan baik, karena sedimen dasar laut mempengaruhi kehidupan organisme yang hidup di dasar perairan. Kebanyakan ikan ini hidup di dasar laut dengan jenis substrat berlumpur atau lumpur bercampur pasir. Hidup di dasar, karang-karang, dasar lumpur atau lumpur berpasir pada kedalaman 10-50 m. Ikan kurisi juga ditemukan pada kedalaman lebih dari 100 m


Ikan kurisi bersifat dioecious yaitu organ reproduksi jantan dan betina terbentuk pada individu berlainan. Pembuahan terjadi secara eksternal yaitu pembuahan telur oleh sperma yang berlangsung di luar tubuh induk betina. ikan ini bersifat karnivora, jenis makanan yaitu udang, kepiting, ikan, gastropoda, cephalopoda, bintang laut, dan polychaeta.


Berdasarkan pola rasio kelamin dengan ukuran panjang ikan, ikan kurisi digolongkan kedalam kelompok yang terdiri dari ikan betina matang gonad lebih awal dan biasanya mati lebih dahulu dari pada ikan jantan, sehingga ikan-ikan dewasa yang lebih muda terutama terdiri dari ikanbetina, sementara ikan-ikan yang lebih besar ukurannya adalah ikan jantan. Perbandingan atau rasio jenis kelamin yang ada di alam bersifat relatif.Laju pertumbuhan ikan kurisi betina di Laut lebih rendah dari pada ikan jantan setelah tahun kedua. Hal ini terjadi karena untuk mencapai matang gonad, energi yang digunakan untuk pertumbuhan gonad lebih besar dari pada untuk pertumbuhan tubuhnya.


Beberapa peneliti menemukan ukuran maksimum ikan kurisi betina lebih kecil dari pada ikan jantan. Dugaan lain sehubungan dengan relatif sedikitya jumlah ikan kurisi betina berukuran besar yang tertangkap, yaitu adanya migrasi ikan kurisi di sekitar Selat Sunda untuk memijah. Tempat pemijahan diperkirakan berada di sekitar daerah penangkapan utama di perairan bagian barat Pulau Jawa. Kebanyakan ikan akan berimigrasi untuk pemijahan setelah ovarium matang, danakan kembali ke daerah penangkapan setelah memijah.

Daerah penyebaran ikan kurisi hampir terdapat di seluruh perairan Indonesia, ke utara meliputi Teluk Siam dan Philipina. Persebaran ikan kurisi di Indonesia meliputi wilayah perairan sekitar Ambon, Sumatera, jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.

Ikan Kurisi memiliki manfaat banyak sekali untuk kesehatan. Kandungan protein dan mineralnya melimpah. Vitamin dan asam aminonya juga banyak. Cocok untuk dijadikan menu diet sehat. Ikan kurisi tergolong jenis ikan yang berprotein tinggi dan rendah lemak. Ikan yang tergolong berlemak rendah dan berprotein tinggi memiliki kandungan protein 15-20% dan kandungan lemaknya kurang dari 5%, kadar air 79,55% kadar abu 0,97% kadar protein 16,85% kadar lemak 2,2%.


Kadar protein pada ikan kurisi menjadi komponen terbanyak setelah kadar air, yaitu 16,85 % dari keseluruhan komposisi ikan kurisi. Dari data lain, ditemukan bahwa kadar protein pada ikan kurisi mencapai 19,66% , dan apabila dibandingkan dengan jenis ikan demersal lain memiliki kandungan protein yang tidak jauh berbeda. Bahkan jika dibandingkan dengan ikan kakap merah dan ikan kerapu, ikan kurisi memiliki kandungan protein lebih tinggi. Ikan kakap merah dan ikan kerapu merupakan jenis ikan yang harganya tergolong tinggi jika dibandingkan dengan harga ikan kurisi di pasaran. Dengan kandungan protein yang tinggi pada ikan kurisi maka dapat diketahui bahwa untuk memenuhi kebutuhan protein pada masyarakat tidak harus dengan mengkonsumsi ikan dengan harga yang terbilang tinggi.



Referensi :
http://go-perikanan.blogspot.com/2017/06/klasifikasi-morfologi-habitat-ikan.html
http://informasikelautanperikanan.blogspot.com/2018/03/taksonomi-ikan-kurisiadalah-sebagai.html


Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.) dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan

Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini menteri Kelautan dan  Perikanan mengeluarkan peraturan baru untuk pengelolaan lobster ...